rss

What do you have in your mind about going to school nowdays?

Aku

i am just an ordinary person who wants to be extraordinary... (struggle for it)
welcome to my blog, feel free to make comment, share with me, please no porn, no spam, to all teachers who wants to share his/her idea here, you may send your articles via email keiraayudia@gmail.com lets share
Tampilkan postingan dengan label pekerja yang baik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pekerja yang baik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2009

Berikan Yang Terbaik

Siang tadi saya menyempatkan diri pergi ke salah satu supermarket dekat sekolah tempat saya bekerja. Saya ingin membeli baju untuk untuk anak saya. Saya memilih milih baju yang menurut saya cocok untuk Ayu. Di pilih dipilih ternyata baju yang menjadi pilihan saya adalah baju yang terletak di urutan paling atas. Jadi saya tidak bisa mengambilnya sendiri. Di dekat saya berdiri seorang gadis yang menjaga tempat itu. Kemudian saya meminta tolong untuk mengambilkan baju yang saya mau itu. Mmm , warnanya suka, tetapi kayanya mau lihat juga yang warna kuning.
“Mb, tolong yang kuning itu juga, …” kata saya meminta tolong pada mbak yang manis itu.
Lalu si embak menjawab, “ambil sendiri aja, nih …” sambil mengulurkan alat untuk mengambil baju itu.

Gubraggggggg, sontak saya bingung dan kaget, masak customer disuruh mengambil sendiri. Duh gak sopan sih pramuniaga satu ini, pikir saya. Harusnya kan dia melayani pembeli dengan sebaik baiknya karena pembeli adalah raja. Jika tidak ada pembeli dari mana mbak dapat gaji pikir saya.

Saya jadi teringat sebuah cerita tentang seorang pekerja disebuah butik terkenal di Paris. Suatu hari ada seeorang yang datang ke butik itu. Seorang wanita tua, yang dari penampilanya semua orang mengira dia tidak akan mungkin mempunyai uang untuk membeli baju di butik itu. Wanita tua itu tampak kumal, dengan pakain yang seadanya. Dia datang dan bertanya kepada salah seorang pramuniaga disitu. Bolahkah dia mencoba baju yang ada disitu. Pramuniaga itu tersenyum dan membolehkan dia mencobanya. Meskipun pramuniaga itu tau jika wanita tua itu tidak mungkin membeli baju yang dia coba. Namun pramuniaga itu tersenyum dengan ramah dan melayani wanita tua itu.

Seorang wartawan yang berada disitu bertanya pada si pramuniaga mengapa dia mau melayani wanita tua, kumal yang jelas –jelas tidak mungkin mampu membeli baju yang ada di butik mahal itu. Si pramuniaga menjawab bahwa dia adalah seorang pekerja yang dibayar untuk melayani pembeli. Dan dia akan selalu berusaha untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya agar tercipta hubungan yang harmonis antara customer dan tempat iya bekerja sehingga tentu saja akan menghasilkan kesan bagus dan mendalam untuk para customer.

Si wartawan mengangguk dan membenarkan ucapan si pramuniaga. Kemudian iya menulis kisah pramuniaga itu kembali dalam sebah surat kabar. Tidak lama kemudian butik yang menjadi tempat bekerja si pramuniaga yang cantik itu pun dibanjiri oleh pelanggan. Mereka merasa senang karena tahu bahwa mereka akan selalu di layani dengan baik disana.

Dari ocehan saya diatas semoga, bisa menjadi bahan renungan sejenak untuk semua pekerja seperti saya. Berusahalah bekerja dengan sebaik baiknya, berikan pelayanan yang terbaik dalam pekerjaan kita, bekerja adalah anugerah, syukurilah, berusahalah membangun relasi dengan baik. Dan yakinlah Tuhan akan menambahkan rahmat untuk anda.


Read More......

need visiitors, go to jalanblogger

Your message

Beli buku???


Masukkan Code ini K1-544CBE-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
 
thanks you for coming, don't forget to come back another days, i love you full

will you follow me?